bagaimana iringan dari musik karya daerah
darisulawesi selatan. Bola sepak takraw terbuat dari rotan. Pemain sepak takraw hanya boleh memindahkan bola memakai kaki. sepak takraw dimainkan oleh 3 pemain dalam kelompok. Benjang adalah olahraga seni bela diri yang berasal dari masyarakat ujung berung. Benjang sering dimainkan dengan iringan musik seperti gendang, kecrek, terompet dan
1 Musik Daerah Minahasa Musik daerah Minahasa yang terkenal adalah kolintang.Kolintang merupakan alat musik yang terbuat dari bilahan kayu.Musik kolintang menggunakan tangga nada diatonis.Cara memainkannya di pukul dengan alat. 2) Musik Daerah Sanggihe-Talaud Musik di daerah ini mendapat pengaruh dari agama Kristen.Alat-alat musik yang
Belandadan masyarakat Makassar. Selain itu, musik iringan prajurit juga mendapatkan pengaruh dari seni karawitan. Jadi, gending-gending keprajuritan adalah sebuah karya hasil akulturasi budaya Jawa, Eropa dan Makassar (Bugis). Ciri khas paling utama dari setiap kesatuan prajurit selalu dilengkapi dengan tambur dan suling.
Unsurwirama pada seni tari akan dikorelasikan dengan musik iringannya. Struktur musik menjadi dasar hitungan tari yang berkaitan dengan penggalan kalimat gerak sehingga sebuah kalimat gerak akan dapat terbaca melalui penerapan iringannya. Ragam gerak tari membutuhkan pola musik sebagai penekanan gerak.
1 Langkah - langkah evaluasi karya seni budaya nusantara. Seni budaya perlu kita evaluasi untuk mengukur nilai seni yang tercipta lalu memberi kritik membangun pada karya yang sedang diobservasi. Adapun langkah - langkah mengevaluasi karya seni budaya sebagai berikut: a. Membandingkan sebanyak-banyaknya karya yang dinilai.
Les Sites De Rencontre Gratuit En France. Pengertian Musik Daerah – Saat kalian mengunjungi tempat-tempat daerah dan melihat tarian-tarian daerah, pastinya ada musik yang mengiringi nya, dan sama halnya seperti saat kalian melihat Upacara Adat, dan sebagainya. Baca Juga Pengertian Musik Campursari Pengertian Musik Atonal Pengertian Musik Jazz Pengertian Musik Keroncong Pengertian Musik Pop Pengertian Musik Barat Pengertian Musik Blues Pengertian Musik Klasik Pengertian Musik Dangdut Pengertian Musik Vokal Taukah kalian apa itu Musik Daerah? Pada pembahasan kali ini kita akan membahas pengertian musik Daerah beserta ciri, dan fungsinya. Berikut penjelasannya. Pengertian Musik Daerah Fungsi Musik Daerah one. Sebagai Pengiring Tarian 2. Sebagai Sarana Upacara Adat iii. Sebagai Pengiring Pertunjukan 4. Sebagai Media Komunikasi 5. Sebagai Sarana Hiburan dan Pendidikan Ciri-Ciri Musik Daerah 1. Dipelajari Secara Lisan 2. Tidak Mempunyai Notasi 3. Bersifat Informal four. Pemainnya Tidak Terspesialisasi 5. Syair Lagu Berbahasa Daerah half dozen. Lebih Melibatkan Alat Musik Daerah vii. Budaya Masyarakat Pengertian Musik Daerah Musik Daerah merupakan suatu bentuk Budaya dan Karya Seni yang menggunakan bunyi-bunyian atau media suara, yang berkembang dan hidup ditengah-tengah masyarakat yang sesuai dengan adat atau aturan daerah setempat, dan dilakukan secara turun menurun dan pembelajarannya dilakukan secara oral atau lisan. Musik Daerah ini sendiri juga merupakan warisan leluhur yang telah diturunkan secara lisan sehingga tidak diketahui siapa pencutusnya, serta tidak menonjolkan sikap perorangan karena Musik Daerahini adalah milik suatu golongan Suku Bangsa. Fungsi Musik Daerah Pada umumnya Musik Daerah mempunyai arti dan fungsi nya yang sangatlah penting dalam kehidupan masyarakat. Adapun fungsi dari Musik Daerah adalah sebagai berikut 1. Sebagai Pengiring Tarian Tarian-tarian Tradisional di Indonesia atau yang berkembang di masyarakat Indonesia seluruhnya hampir menggunakan Musik Daerah sebagai pengiringnya. Salah satu contohnya adalah pada Tari Pendet. two. Sebagai Sarana Upacara Adat Fungsi Musik Daerah yakni sebagai kelengkapan dan pengiring dalam acara adat seperti Godang yang dipakai pada acara Adat Batak, musik Gong Luang yang digunakan pada saat Upacara Ngaben. Musik Karang Dodou yang juga merupakan jenis musik Ritual saat memberikan nama Bayi atau memandikan Bayi. three. Sebagai Pengiring Pertunjukan Musik Daerah selalu dibutuhkan untuk mengiringi suatu pertunjukan Seni. Contohnya yaitu Pergelaran Pertunjukan Wayang Golek yang selalu menggunakan musik pengiring Gamelan dari Nayaga alat musik tradisional yang berasal dari Jawa Barat. iv. Sebagai Media Komunikasi Musik Daerah juga bisa berfungsi sebagai media komunikasi antar masyarakat atau antar individu dengan pemimpinnya pada zaman dahulu. Contohnya musik kentongan atau angklung yang digunakan sebagai sarana untuk mengumpulkan warga, atau membangunkan warga saat bulan puasa. v. Sebagai Sarana Hiburan dan Pendidikan Dalam Musik Daerah, diiringi oleh lagu-lagu dengan syair yang menghibur, karena kata-katanya yang ringan atau jenaka. Musik Daerah ini sendiri pun juga dapat diiringi dengan lagu dan dengan syair yang berisikan nasihat dan petuah sebagai sarana pendidikan. Ciri-Ciri Musik Daerah Agar kalian lebih mudah mengetahui Musik Daerah, adapun ciri-cirinya adalah sebagai berikut i. Dipelajari Secara Lisan Musik Daerah juga merupakan bagian dari kebudayaan yang wajib di lestarikan. Musik ini sudah diwariskan secara turun temurun dan biasanya dilakukan secara lisan dari satu generasi ke generasi yang lainnya. 2. Tidak Mempunyai Notasi Proses pembelajaran dan cara penyampaiannya yang secara lisa menjadikan Partitur atau naskah Musik menjadi suatu hal yang tidak terlalu penting. Hal tersebut membuat musik daerah yang tidak memiliki Notasi ini menjadi hal yang wajar. Tetapi bukan berarti semua musik daerah tidak mempunyai Notasi, sudah banyak daerah yang menggunakan Notasi tetapi masih belum menggunakan Partitur atau Naskah. Sehingga penyampaiannya menggunakan cara Lisan three. Bersifat Informal Musik Daerah biasanya dipergunakan sebagai suatu bentuk ekspresi masyarakat. Musik ini banyak digunakan dalam kegiatan kemasyarakatan sehingga bersifat lebih informal/santai dan sederhana. Untuk Musik Daerah yang sifatnya Kompleks dan Formal biasanya diberlakukan di lingkungan Istana dan Kerajaan. iv. Pemainnya Tidak Terspesialisasi Dalam pengembangan proses belajar instrumen musik daerah biasanya menggunakan sistem yang bersifat Generalisasi. Para emain musik tradisional mempelajari untuk dapat memainkan setiap instrumen yang ada dalam suatu jenis musik daerah. Mereka akan belajar untuk memainkan instrumen mulai dari yang termudab sampai yang terumit. Sehingga pemain musik daerah yang memang sudah mahir memiliki kemampuan untuk memainkan semua instrumen musik tersebut. 5. Syair Lagu Berbahasa Daerah Musik Daerah tentunya juga menggunakan syair bahasa daerah. Begitu juga dengan irama dan melodinya, ia menunjukan ciri khas daerahnya. vi. Lebih Melibatkan Alat Musik Daerah Musik Daerah secara umum dibawakan menggunakan alat musik khas dari daerah itu sendiri. Misalnya lagu-lagu daerah Jawa maka umumnya diiringi oleh alat musik khas Jawa, seperti Gamelan. 7. Budaya Masyarakat Musik Daerah merupakan bentuk kebudayaan yang memang berkembang di dalam kehidupan masyarakat. Hingga setiap ciri kebudayaan masyarakat Sang Penciptanya pasti sudah melekat erat didalamnya. Maka bisa dikatakan bahwa Musik Daerah merupakan salah satu bentuk gambaran kebudayaan suatu daerah tertentu. Sampai sini sudahkah kalian memahami penggertian musik Daerah? Demikian penjelasan mengenai pengertian, fungsi, dan ciri-ciri dari Musik Daerah. Semoga bermanfaat. Musik Daerah sumber referensi
Indonesia kaya akan beragam suku, tradisi, maupun seni musik, mulai dari Aceh sampai Papua. Keberagaman ini menjadi kekayaan dan warisan Budaya. Dari seni musik, salah satunya adalah musik daerah. Tapi, apakah kalian tahu apa itu musik daerah dan apa saja ciri-cirinya? Musik daerah merupakan sebutan bagi lagu dan iringan musik yang berasal dari wilayah tertentu di Indonesia. Musik ini menjadi popular karena dinyanyikan berulang kali secara turun temurun atau dari generasi ke generasi, termasuk juga generasi dari luar daerah asal musik tersebut. Baca juga Apa yang Dimaksud Seni Rupa Tiga Dimensi? Tentunya terdapat perbedaan antara seni musik daerah dengan jenis seni musik lainnya yang ada di Indonesia. Dimana, salah satu yang khas adalah karena diwariskan secara turun temurun dengan tradisi lisan dan tertulis. Adapun ciri-ciri lainnya adalah Teks lagu menggunakan Bahasa dan dialek daerah setempat. Iringan lagu menggunakan alat-alat tradisional yang biasa digunakan dalam bermusik. Misalnya lagu Jawa Barat menggunakan Bahasa sunda yang diiringi angklung atau gamelan. Musik daerah bukan merupakan ungkapan pesan atau perasaan perorangan, tetapi lebih merupakan pesan bersifat umum, yang berlaku bagi orang banyak. Isi lagu lebih banyak berupa nasehat, kebijakan hidup, dan rasa cinta terhadap alam dan kehidupan bermasyarakat. Musik daerah memiliki susunan melodi dan syair sederhana, biasanya tidak lebih dari 2-3 bait. Justru karena kesederhanaan itu, musik daerah mudah diingat dan dinyanyikan oleh siapapun tanpa harus memiliki kemampuan bermusik yang kuat. Menyanyikan lagu daerah bertujuan untuk lebih mengenal kekayaan kreativitas musik khas Indonesia, sekaligus menumbuhkan kebanggaan dan rasa cinta terhadap budaya sendiri. Sikap ini akan menimbulkan insiatif untuk selalu memelihara dan mengembangkan warisan budaya. Ada beberapa contoh lagu daerah dan kegunaannya seperti Gending Kebo Giro, Nyanyian Katoneng, serta Dodoy. Gending Kebo Giro merupakan gending yang dilantunkan pada acara temu panggih dalam prosesi pernikahan adat Jawa; Nyanyian Katoneng merupakan nyanyian yang memuat doa dan nasihat untuk keluarga yang berduka dalam upacara kematian adat Karo; sedangkan Dodoy adalah nyanyian untuk pengasuhan anak pada masyarakat Melayu Siak. Dodoy termasuk nyanyian rakyat yang dilantunkan dan disebarkan secara lisan dan turun temurun. Please follow and like us Kelas Pintar adalah salah satu partner Kemendikbud yang menyediakan sistem pendukung edukasi di era digital yang menggunakan teknologi terkini untuk membantu murid dan guru dalam menciptakan praktik belajar mengajar terbaik. Related TopicsBudaya IndonesiaKelas 7Lagu DaerahMusik DaerahSeni BudayaSeni MusikWarisan BUdaya You May Also Like
- Dalam seni tari, selain menggunakan gerak sebagai media utama, iringan tari atau musik juga dibutuhkan sebagai pendukung suatu pagelaran. Musik iringan tari sendiri adalah bentuk musik pengiring, yang sudah terpola dari segi birama, harmoni, tempo, dinamika, ritmis, dan melodinya. Musik iringan tari dapat berupa alat musik tradisional seperti gamelan, alat musik modern, hingga suara-suara dari gerak tubuh, misalnya tepukan tangan, hentakan kaki, atau teriakan. Iringan atau musik pengiring dapat dikatakan dinamis apabila mampu menggugah suasana, dan mampu membawa penonton serta penari untuk mendapatkan sentuhan, rasa sehingga pesan dalam tarian tersebut dapat tersampaikan. Melalui musik iringan tari ini pula, pesan yang disampaikan lebih komunikatif sehingga tari memiliki jiwa atau roh dalam pengungkapannya. Secara umum, seperti dilansir modul Mata Pelajaran Seni Budaya Seni Tari Kelas VIII, bentuk musik iringan tari ini berbeda-beda, menyesuaikan dengan jenis tarian dan mengikuti arus zaman. Misalnya, tari tradisional pasti menggunakan iringan dengan alat musik tradisional; tari modern menggunakan alat musik modern; atau tari kontemporer menggunakan perpaduan keduanya. Jenis Iringan Tari Modern Unsur musik dalam sebuah tarian merupakan unsur pendukung dalam sebuah tarian. Keunikan sebuah tarian dapat dilihat dari musik atau irama pengiringnya. Sebagai contoh, tari balet, yang merupakan jenis tarian formal dilakukan dengan iringan musik klasik orkestra; tari flamenco asal Spanyol, diiringi dengan permainan gitar dan kastanyet; atau tarian modern Break Dance, yang umumnya diiringi lagu hip-hop, rap atau lagu remix lagu aransemen ulang. Mengutip buku paket Seni Budaya Kelas IX 2015, berikut ini beberapa jenis musik iringan tari modern a. Musik Pop Musik pop merupakan musik hiburan yang menekankan pada kenikmatan bagi pendengarnya. Adapun, jenis-jenis musik pop dapat dibagi atas jazz, blues, dan bahkan Rap. b. Musik Rap Musik rap atau seringnya disebut "hip-hop", adalah musik yang memiliki ketukan kuat, ritmis, dan sangat cepat. Liriknya sering membingungkan orang awam dengan mengacu pada kekerasan atau dapat juga berupa kritik sosial. Tarian breakdance atau B-boying adalah gaya tarian yang menjadi bagian dari budaya hip-hop di antara pemuda kulit hitam black culture dan Amerika Latin di New York City pada tahun 1970-an. c. Musik R&B R&B merupakan musik Afro-Amerika yang populer pada tahun 40-an sampai 60-an, yang berubah menjadi musik soul karena musik ini dapat menyentuh dan menggerakan hati. d. Musik Jazz Musik jazz bercirikan improvisasi yaitu usaha memperindah permainan musik, baik sebagian maupun keseluruhan. Musik jazz lahir dan berkembang dan populer di kalangan masyarakat kulit hitam Amerika Serikat tepatnya di negara bagian New Orleans. e. Musik Rock and Roll Musik rock and roll adalah musik berciri lincah dan menggebu dengan lirik yang digemari kaum remaja. Iramanya dikembangkan dari jenis irama rhythm and blues tradisional. f. Musik Blues Musik blues dikembangkan oleh kaum imigran dari Afrika yang ada di Amerika. Ciri khasnya adalah pemain gitar yang penuh improvisasi. Fungsi Iringan Tari Dalam sebuah tarian, fungsi musik dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu sebagai pengiring tari, dan sebagai ilustrasi atau pemberi suasana tari. Berikut penjelasannya. Sebagai pengiring tarian, musik digunakan sebagai pengatur irama tari karena tari merupakan gerak-gerak yang berirama. Iringan tari dipilih karena pertimbangan irama yaitu adanya keseuaian antara irama musik dengan irama gerak tari. Irama merupakan pengatur waktu tempo cepat lambatnya dari suatu rangkaian gerak tari. Untuk menguatkan ekspresi tari perlu pemahaman dan pengertian antara penata tari dan penata musik. Sebagai ilustrasi atau pengantar, tari dapat menggunakan musik baik sebagai pengiringan atau pemberi suasana. Musik diperlukan hanya pada bagian tertentu saja dari keseluruhan sajian tari. Baca juga Mengenal Tokoh-Tokoh Seni Tari Tradisional di Indonesia Bagaimana Susunan Manajemen Pertunjukan Tari dan Apa Saja Tugasnya? Pengertian Komposisi dan Cara Menyusun Karya Tari - Pendidikan Kontributor Ahmad EfendiPenulis Ahmad EfendiEditor Alexander Haryanto
Tari akan dapat lebih hidup bila ada iringan musik, begitu pula musik juga akan terlihat lebih menarik apa bila dibarengi dengan gerakan yang mendukung penampilannya. Dalam hal musik sebagai pengiring tari musik dapat dikreasikan dengan berbagai cara dan berbagai jenis musik yang disesuaikan dengan bentuk irama tari dalam gerak dan tema dalam tari. Walau musik berfungsi hanya sebagai pengiring atau membantu dalam menguatkan ekpresi penjiwaan dalam karya tari, tidak berarti keberadaannya tidak penting. Karena dalam prakteknya perpaduan antara musik dan tari adalah suatu kesatuan yang utuh dan akan memberi dampak terhadap pertunjukannya. Musik sebagai iringan tari dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu iringan internal dan eksternal. Iringan internal memiliki arti iringan tersebut dilakukan sekaligus oleh penari. Contoh iringan internal antara lain pada tari Saman. Penari manyanyi sebagai iringan sambil melakukan gerak. Iringan internal juga dijumpai pada tari daerah Papua penari membunyikan tifa sebagai iringan gerakan. Iringan eksternal memiliki arti iringan yang berasal dari luar penari. Iringan ini dapat berupa iringan dengan menggunakan alat musik yang dimainkan atau pemusik atau yang berasal dari tape recoder. Jenis tari tradisional di Indonesia lebih banyak menggunakan iringan eksternal daripada iringan internal. Musik iringan tari memiliki fungsi antara lain Sebagai iringan gerakan, Musik iringan tari sebagai iringan gerakan memiliki arti bahwa ritme musik sesuai dengan ritme gerakan tidak sama. Musik dapat ditabuh secara menghentak tetapi gerakan yang dilakukan dapat mengalir dan mengalun. Sebagai ilustrasi, musik iringan tari sebagai ilustrasi mengandung arti bahwa musik dapat menggambarkan susana yang sedang terjadi dalam sebuah tarian. Sebagai pembangun suasana. musik iringan sebagai membangun suasana sering dilakukan pada tarian yang memiliki desain dramatik agar suasana yang ditampilkan sesuai dengan tujuan cerita. Selain itu musik iringan juga memiliki beberapa fungsi yang lain seperti di bawah ini. Mengatur dan member tanda efektif gerak tari Pengendali dan pemberi tanda perubahan bentuk gerakan Sebagai rangsangan bagi penari Mendukung jalannya pertunjukkan Penuntun dan pemberi tanda awal dan akhir dari tarian Membantu mempertegas ekspresi gerak Iringan atau karawitan merupakan teman yang tidak dapat dipisahkan dengan tari, sebab tari dan musik karawitan merupakan paduan yang harmonis. Musik atau iringan selain sebagai pengiring atau iringan tari juga berfungsi sebagai pemberi suasana tari yang ditampilkan. Demikian juga warna bunyi untuk iringan tari, tentu disesuaikan dengan gerakan tarinya. Apabila gerak tarinya dinamis, cepat, dan bersemangat, maka warna bunyinya, juga yang berirama cepat, bersemangat, dan keras. Sebaliknya gerak tari yang lemah gemulai, lembut, tenang, maka iringan musiknya juga dipilih yang tenang, syahdu, dan lembut. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih iringan antara lain Iringan disesuaikan dengan tema atau judul tari Iringan disesuaikan dengan tema atau judul tari Iringan disesuaikan dengan penari. Maksudnya, yang menari anak-anak atau dewasa. Iringan disesuaikan dengan kemampuan berkreasi para siswa. Iringan disesuaikan dengan musik yang ada.
Keberagaman budaya di Indonesia melahirkan banyak kesenian yang indah, salah satunya tarian. Di beberapa daerah, seni tari umumnya menggunakan musik iringan. Contoh alat musik tradisional yang digunakan untuk mengiringi tari adalah seperti sasando, gamelan, dsb. Inilah beberapa satu hasil karya masyarakat lokal adalah alat musik tradisional. Beberapa cara memainkannya yaitu dengan dipetik, ditiup, dipukul, dan digesek. Bahan untuk pembuatannya pun bermacam-macam seperti bambu, kayu, besi, dll. Lalu apa saja contoh alat musik tradisional yang digunakan untuk mengiringi tari?1. GamelanCara memainkan gamelan yaitu dengan membunyikan secara bersamaan beberapa alat musik pendampinya seperti saron, kenong, gong, dan sejenisnya. Gamelan berasal dari Pulau Bali dan Pulau Jawa. Tidak hanya terkenal di kebudayaan Indonesia, gamelan juga dikenal hingga luar negeri / TifaTifa berasal dari Indonesia bagian Timur yaitu Pulau Maluku dan Papua. Dilihat dari bentuknya hampir mirip seperti tabung. Jenisnya pun bermacam-macam, seperti Tifa jekir, dasar, bas, dan potong. Namun Tifa Maluku dan Papua sedikit berbeda dari bentuknya, yaitu Tifa Papua dibuat lebih SasandoAlat musik tradisional satu ini berasal dari Nusa Tenggara Timur NTT. Terbuat dari kayu dan bambu, sasando memiliki dawai berjumlah 58 dan ada juga 28. Cara memainkannya yaitu dengan dipetik dengan kedua tangan. Sasando saat ini sudah dikembangkan dengan energi listrik. Maka meski tradisional, tetapi bisa mengikuti zaman Bangsi AlasDaerah Aceh Tenggara juga memiliki alat musik yang bernama Bangsi Alas. Terbuat dari bambu berwarna kuning yang berukuran kecil. Dilihat dari bentuknya, hampir mirip seruling. Konon, Bangsi dibuat ketika ada orang meninggal dunia. Lalu alat musik akan dihanyutkan ke sungai. Anak kecil kemudian akan disuruh mengambilnya untuk dirampas kembali oleh si pembuat TotobuangUntuk membuat alat musik satu ini menggunakan pinggiran kayu sukun atau bagian luarnya. Bagian tengah sengaja dihilangkan untuk menciptakan nada resonansi ketika dibunyikan. Berasal dari Flores Timur tepatnya di Lamanele, memainkan Totobuang dengan digantungkan atau bisa juga diletakkan di pangkuan pemain, lalu membunyikannya dengan GambusMasyarakat Indonesia pasti mengenal alat musik ini karena di era modern sekarang gambus mengalami akulturasi ke yang lebih modern. Namun sebenarnya gambus tradisional berasal dari Riau yang dimainkan dengan dipetik. Terdapat 2 jenis gambus, yaitu soledang dan ud. Soledang biasanya digunakan ketika mengiringi tari ArbabSecara histori, asal muasal Arab yaitu dari daerah Aceh Barat dan Aceh besar. Alat musik ini berkembang di sana dan menjadi bagian dari setiap acara hiburan yang diadakan rakyat Aceh. Beberapa bahan membuat Arbab yaitu tempurung kelapa, kayu, dawai/senar, dan kulit kambing. Tetapi saat ini Arbab sedikit sulit ditemukan karena hampir KolintangMinahasa Sulawesi Utara memiliki alat musik tradisional untuk mengiri tari daerah yaitu Kolintang. Termasuk bagian dari perkusi, cara memainkannya dengan dipukul memakai alat bantu pukul atau tangan. Kolintang dibuat dari banyak bilah kayu yang disusun berjajar disesuaikan dengan urutan AngklungMenurut sejarah, angklung berkembang di Jawa Barat tepatnya pada adat Sunda. Namun Angklung juga seringkali dipakai di acara budaya Jawa bagian Timur. Bahan membuat angklung yaitu bambu ukurannya dibuat berbeda-beda, dan disusun dengan panjang yang SerunaiBeralih ke Minangkabau Sumatera Barat, ada alat musik tradisional Serunai yang biasa digunakan pada tarian di upacara pernikahan. Bahan yang diperlukan untuk membuat Serunai yaitu bambu, kayu, batang padi yang kering, tanduk kerbau, dan daun kelapa. Tinggal memilih sesuai daftar beberapa contoh alat musik tradisional yang digunakan untuk mengiringi tari beserta penjelasan singkatnya. Masyarakat Indonesia sudah sepatutnya mengetahui alat musik tradisional di atas untuk menjaga eksistensi kebudayaan Indonesia.
bagaimana iringan dari musik karya daerah